Sebagaimana yang penjelasan dari hadits
yang diriwayatkan oleh Hakim dalamm Mustadrak-nya
dengan sanad dari Abu Musa, suatu ketika, seorang Badui ditamui oleh
Rasulullah, maka dia menghormati dan memuliakannya. Lalu
Rasulullah memintanya untuk datang kepadanya agarbisa
membalas kebaikan dengan kebaikan. Ketika Badui itu datang, Rasulullah
menanyakan hajatnya. Dia pun meminta sedikit harta benda dunia, berupa seekor
unta betina dengan pelananya sebagai
tunggangan dan dombabetina yang bisa diandalkan susunya.
Rasulullah merasa permintaan dan hajat
si Badui tersebut remeh, maka beliau menyampaikan hadis
tentang wanita tua Bani Israil yang mengutarakan
satupermintaan besar kepada Musa manakala kesempatan itu terbuka. Dia tidak mau memenuhi permintaan Musa sebelum
Musa menyanggupi permintaannya, yaitu menyertainya
di Surga. Wanita tua ini tidak menuntut emas dan perak dari Rasulnya, dan tidak meminta unta atau sapi atau kambing. Seandainya si Badui itu meminta kepada Rasulullah
seperti permintaan wanita ini manakala Rasulullah membuka peluang meminta
untuknya, niscaya dia sangatlah beruntung.Doa Rasulullah mustajab. Sekiranya dia
meminta doa kepadanya untuk kebaikan Akhirat, niscaya dia akan meraih banyak
kebaikan.

Rasulullah memberitakan bahwa sebab
persyaratan yang diminta oleh wanita tua ini kepada Musa untuk bisa menemaninya
di Surga adalah karena dia mengetahui satu ilmu yang tidak diketahui oleh siapa pun dari Bani Israil.
Dia mengetahui tempat kubur Yusuf ‘Alayhi Salam. Dan Nabi Yusuf telah mengambil janji
kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya dari kalangan Bani Israil agar
membawa tulangnya bersama mereka manakala mereka keluar dari bumi Mesir ke
tanah suci.
Ketika Allah mengizinkan Musa dan
kaumnya agar keluar, mereka tersesat. Musa terheran-heran karenanya. Dia
meyakini bahwa pasti ada rahasia dalam urusan ini. Dia bertanya kepada
orang-orang yang bersamanya tentang apa yang terjadi. Maka ulama Bani Israil
menyampaikan janji yang diambil oleh Yusuf kepada bapak mereka. Pada saat itu
Musa bertanya tentang kubur Yusuf agar bisa melaksanakan permintaannya, tetapi
tidak seorang pun mengetahui kuburnya kecuali seorang wanita tua Bani Israil.
Musa meminta kepadanya untuk menunjukkan kubur Yusuf. Wanita tua ini menolak
kecuali jika Musa mengabulkan permintaannya, dan ketika Musa menanyakan apa
keinginannya, ternyata dia menuntut perkara besar. Dia ingin bersama Musa di
Surga.
Musa tidak ingin mengabulkan
permintaannya. Mungkin karena dia melihat permintaannya berlebih-lebihan, apa
yang dilakukannya tidak sepadan dengan derajat yang diminta, atau bisa jadi
karena Musa tidak mengabulkan permintaan atas sesuatu yang wewenangnya. Maka
Allah mewahyukan kepada Musa supaya mengabulkan tuntutannya. Dan barang
meminta kepada Allah atas perkara-perkara yang niscaya
Allah mengabulkan permintaannya, walaupun tidak
mencapai derajat orang-orang yang berhak derajat tersebut. Orang yang mencari
Syahadah dengan benar, niscaya Allah menyampaikannya ke derajat orang yang mati
syahid, walaupun dia mati dtempat tidurnya. Orang yang meminta derajat atau
orang-orang yang dermawan, niscaya menyampaikannya pada derajat mereka,
walaupun tidak beramal seperti amal mereka.
Rasulullah menyampaikan kepada kita bahwa, setelah wanita tua ini
meraih apa yang diinginkannya, dia dan mengantarkan Musa dan orang-orangnya ke
sebuah danau. Dia meminta agar air danau itu dikuras , lalu mereka pun berhasil
mengangkat jasad Yusuf dan membawanya berjalan, jalan pun menjadi terang bagi
mereka seterang siang hari.